Program Peningkatan Tenaga Pengajar

Program Peningkatan Tenaga Pengajar di Jepang

Program Peningkatan Tenaga Pengajar di Jepang, Aldilah Alifany Darrienda, M.Pd., dosen Program Studi D3 Bahasa Jepang Politeknik Takumi. Mendapat kesempatan untuk mengikuti 2024 Japanese Language Program for Teachers of the Comprehensive Japanese Teaching Methods Program (Summer Course). Program ini diselenggarakan oleh The Japan Foundation. Fany akan berkumpul dengan para pengajar bahasa Jepang lain dari Indonesia dan seluruh dunia yang terpilih seleksi. Bersama-sama mengikuti pelatihan selama 6 minggu pada bulan Juli-Agustus 2024 di The Japan Foundation Japanese-Language Institute Urawa, Saitama, Jepang.

Program Peningkatan Tenaga Pengajar

Saat diwawancarai, Fany mengucapkan syukur dan rasa terima kasih. Terutama kepada Direktur, Wakil Direktur Bidang Akademik, dan Ketua Prodi D3 Bahasa Jepang. Dan kepada seluruh pihak yang mendukungnya mengikuti program ini. “Saya sengaja memilih summer course karena agendanya bertepatan saat mahasiswa menyelesaikan Ujian Akhir Semester (UAS) Genap. Saya akan kembali lagi ke kampus sebelum tahun akademik berikutnya dimulai. Jadi, meskipun cukup lama saya belajar di Jepang, saya rasa tidak ada kelas yang saya tinggalkan,” jelas Fany. “harapannya, ilmu yang saya dapatkan di sana nanti dapat segera saya bagikan kepada mahasiswa dalam mata kuliah pengajaran bahasa Jepang. Khususnya bagi saya sendiri dapat meramu metode pembelajaran bahasa Jepang yang tepat untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa Politeknik Takumi. Bukan hanya di Prodi D3 Bahasa Jepang tetapi juga prodi lain, karena semua mahasiswa Politeknik Takumi kan belajar bahasa Jepang ya,” tutup Fany.

JAPAN FOUNDATION


Program Peningkatan Tenaga Pengajar di Jepang merupakan salah satu program dari Japan Foundation (JF). The Japan Foundation merupakan sebuah lembaga non profit pemerintah Jepang yang didirikan untuk mengenalkan bahasa dan budaya Jepang ke seluruh dunia.
Japanese Language Program for Teachers of the Comprehensive Japanese Teaching Methods Program merupakan salah satu program pelatihan bagi pengajar bahasa Jepang. Program ini dicanangkan oleh The Japan Foundation. Bertujuan untuk memperdalam dan diharapkan dapat mengembangkan metode pengajaran bahasa Jepang di institusinya masing-masing. Dengan begitu, diharapkan dapat mengembangkan tenaga pengajar bahasa Jepang yang ada didunia secara merata.

Cara Kuliah Sambil Kerja

Cara Kuliah Sambil Kerja. Artikel ini untuk kamu yang masih bingung mau kuliah atau kerja. Padahal kalian bisa dapat keduanya. Hanya di Politeknik Takumi kalian bisa dapat kerja, bahkan sebelum lulus! Setelah dapat kerja, Minasan akan membutuhan informasi tips dan trik untuk berkuliah sambil kerja. Baca artikel ini sampai selesai. Check this one out!

Tips dan Trik Cara Mencari Tempat Kuliah Yang Bisa Sambil Kerja

Dunia kerja saat ini sangat berkembang pesat. Dilain sisi, Dunia pendidikan pun harus bisa mengimbangi perkembangan dunia kerja. Banyak kampus atau perguruan tinggi yang membuka program kuliah untuk karyawan, namun tidak sedikit perguruan tinggi yang tidak memenuhi kebutuhan mahasiswanya. Salah satunya jadwal perkuliahan yang tidak fleksibel dan kesesuaian kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja itu sendiri. Terlebih saat ini ijazah adalah pintu masuk sebuah pekerjaan, namun yang utama adalah keahlian atau kompetensi yang dimiliki untuk bisa mendapatkan pekerjaan.

Selain ijazah, Karyawan tentu ingin berkuliah untuk meningkatkan kompetensi dibidang pekerjaannya. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi karyawan yang ingin berkuliah. Karena kendala – kendala seperti, jadwal perkuliahan sehingga tidak bisa mengikuti perkuliahan dengan baik dan kompetensi yang tidak sesuai dengan kebutuhan pekerjaannya. Belum lagi tugas – tugas yang diberikan dan keterbatasan mahasiswa untuk mendapatkan informasi dan berkomunikasi dengan dosennya. Beberapa kendala ini yang menjadi fokus Takumi. Takumi akan memberikan solusi dari berbagai kendala yang dihadapi mahasiswa. Berikut merupakan cara kuliah sambil kerja dan beberapa tipsnya.

1. Kampus yang mempunyai jadwal yang fleksibel

Waktu adalah hal yang sangat penting bagi karyawan yang ingin berkuliah. Waktu yang digunakan sebagian besar untuk bekerja, Ditambah lagi apabila pekerjaan shifting. Hal ini merupakan kendala yang sangat mempengaruhi karyawan yang ingin berkuliah. Oleh karena itu, Kampus yang mempunyai jadwal yang bisa menyesuaikan pekerjaan, adalah kampus yang tepat untuk bisa berkuliah sambil bekerja.

2. Bisa berkuliah di tempat bekerja

Selain waktu, tentunya adalah jarak yang cukup menyulitkan karyawan untuk berkuliah. Jarak yang cukup jauh akan membutuhkan waktu banyak yang digunakan untuk pulang pergi ke kampus. Walaupun sudah mempunyai jadwal yang fleksibel, namun sepulang kerja terkadang tenaga yang digunakan sudah habis untuk melakukan pekerjaan. Sedangkan untuk fokus menerima materi, Mahasiswa membutuhkan tenaga yang cukup. Terlebih lagi terkadang karyawan melaksanakan lembur di tempat kerjanya. Kampus yang memberikan kemudahan untuk melaksanakan kuliah di tempat kerjanya adalah solusi bagi karyawan yang ingin berkuliah namun terkendala jarak dan jadwal kerja yang tidak menentu.

3. Belum bekerja tapi ingin kuliah sambil bekerja

Takumi bukan hanya memberikan solusi untuk mahasiswa yang sudah bekerja, Namun juga bagi mahasiswa yang ingin bekerja saat berkuliah. Beberapa mahasiswa Takumi sudah diterima kerja sebelum lulus. Itu adalah merupakan contoh bahwa mahasiswa Takumi sangat dekat dengan dunia kerja. Mahasiswa Takumi yang sudah bekerja bahkan baru semester awal. Karena metode pembelajaran Takumi yaitu Learning Factory (LEFA), Sangat memungkinkan untuk mahasiswa bisa berkuliah langsung di industri. Mahasiswa akan dibimbing oleh dosen pengampu mata kuliah dan dosen praktisi langsung di industri. Dengan begitu, Mahasiswa akan mempunyai pengalaman di industri dan mahasiswa akan dilihat dan diawasi langsung oleh industri. Dengan demikian, Kesempatan mahasiswa untuk bekerja sangat terbuka lebar. Mahasiswa yang berkompeten akan direkomendasikan ke perusahaan untuk menjadi karyawan dan bekerja secara profesional.

Itulah beberapa tips untuk cara kuliah sambil kerja. Semoga informasi ini bermanfaat bagi minasan yang sedang mencari kampus yang bisa sambil kerja. Atau minasan yang ingin mendapatkan pekerjaan saat sedang berkuliah. Politeknik Takumi adalah solusinya.

Cara kuliah sambil kerja

Minasan bisa mempertimbangkan 3 faktor di atas untuk memastikan kampus yang tepat untuk minasan. Yang memberikan jadwal kuliah fleksibel, bisa berkuliah di tempat kerja dan bagi minasan yang belum bekerja, bisa mendapatkan pekerjaan bahkan sebelum lulus kuliah. Politeknik Takumi memberikan solusi dari semua kendala minasan yang ingin berkuliah sambil kerja atau kuliah bisa dapat kerja

Beasiswa

Politeknik Takumi juga membuka program beasiswa pendidikan s/d 100%. Bagi minasan yang mempunyai prestasi akademik atau non akademik. Selain itu juga program beasiswa kurang mampu yang dibuktikan dengan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu). Dengan begitu tidak ada lagi alasan untuk tidak berkuliah dan meningkatkan kompetensi minasan. Kuliah di Takumi adalah solusi minasan yang ingin berkuliah sambil kerja atau dapat kerja saat berkuliah. Daftar sekarang karena kuota terbatas! Pendaftaran

Peluang kerja di Jepang apa saja? Kalian harus tahu!

Peluang Kerja di Jepang
Peluang kerja di Jepang

Peluang kerja di Jepang sangat bervariatif, salah satunya bidang perhotelan dan restoran. Bidang perhotelan dan bidang restoran menjadi bidang pekerjaan yang mengalami masalah terbesar dalam kurangnya jumlah pekerja di Jepang. Hasil analisa Teikoku Databank mengenai tren bidang kerja yang mengalami kekurangan jumlah tenaga kerja, melaporkan bahwa bidang tersebut kekurangan 45.9% pegawai tetap, dan 27.3% pegawai non tetap sebelum pandemi terjadi. Saat Pandemi, dengan berkurangnya jumlah wisatawan menunjukkan tren kekurangan jumlah pekerja yang menurun. Akan tetapi, pasca pandemi global dilema kebutuhan tenaga kerja kembali dialami dan menunjukkan tren kebutuhan yang semakin tinggi.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Japan Tourism Agency merujuk pada analisa kebutuhan tenaga kerja badan pusat statistik Jepang, jumlah pekerja tetap waktu tertentu (tidak tetap) bidang perhotelan sebesar 54%. Data yang sama menunjukkan presentase pekerja Wanita sebesar 66%. Pandemi global yang terjadi beberapa tahun lalu menjadi penyebab utama berkurangnya jumlah pekerja tetap di bidang tersebut. Terlebih dengan dicabutnya status darurat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat dicabut dan dibukanya kembali perizinan masuk bagi wisatawan asing ke Jepang.

(Peluang kerja di Jepang) – SSW Sebagai Kebijakan Permasalahan Tenaga Kerja Bidang Perhotelan

Tokutei Ginou atau Specified Skilled Worker (SSW) merupakan status visa/ijin tinggal bagi warga negara asing di Jepang. Pemegang visa ijin tinggal ini dapat bekerja di perusahaan Jepang dengan memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan pekerja Jepang. Terdapat 14 bidang yang salah satunya adalah bidang perhotelan. Status ijin tinggal ini merupakan salah satu kebijakan untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja di Jepang. Lembaga pelayanan imigrasi di bawah kementerian hukum Jepang melaporkan target penerimaan pekerja asing dengan status ijin tinggal SSW bidang perhotelan sebanyak 22.000 pekerja dalam 5 tahun terhitung dari tahun 2019 sampai 2023.

Gambaran pekerjaan di bidang tersebut antara lain, pertama yaitu pekerjaan frontliner seperti mengurus cek-in dan cek-out tamu, menjelaskan destinasi wisata dekat hotel, pelayanan akomodasi kedatangan dan keberangkatan dari dan menuju hotel. Kedua, pekerjaan berupa perencanaan dan promosi, seperti membuat perencanaan campaign/promosi, pembuatan flyer fasilitas dan pelayanan hotel, dan penyebaran informasi melalui sosial media. Ketiga, pekerjaan pelayanan tamu berupa memandu dan menjelaskan fasilitas hotel kepada tamu, merespon pertanyaan yang diajukan oleh tamu. Lalu keempat, pelayanan restoran seperti merespon pesanan tamu dan menyiapkan sajian untuk tamu.

Apakah kebijakan penerimaan tenaga kerja asing menjadi satu-satunya langkah pemerintah Jepang mengatasi kekurangan tenaga kerja bidang perhotelan? Pada tulisan berikutnya penulis akan membahas kebijakan lainnya dalam mengatasi permasalah tersebut.

Bagaimana caranya?

Politeknik Takumi membuka Program Studi D3 Bahasa Jepang. Poltek Takumi juga bagian dari PT Minori Group yang telah bekerjasama dengan lebih dari 600 perusahaan di jepang. Dengan berkuliah di Politeknik Takumi, Besar kesempatan untuk bekerja di Jepang.

Mau tau info lainnya tentang Politeknik Takumi? klik. silahkan mendaftar di PMB Takumi