Kampus Cikarang yang menerapkan Learning Factory

Politeknik Takumi ( Kampus Cikarang ) adalah salah satu kampus bernuansa jepang di Cikarang. Takumi menjadi wadah untuk mahasiswa mencari ilmu pengetahuan, relasi dan pengembangan potensi yang ada pada diri sendiri. Tidak hanya dalam mencari ilmu, kampus juga tempat untuk bertukar informasi, berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler, organisasi mahasiswa, klub, dan acara sosial. Kampus sering kali menjadi tempat pertemuan, diskusi, seminar, dan konferensi akademik yang melibatkan mahasiswa, dosen, dan profesional di bidang tertentu.

Kampus sebagai salah satu pusat pendidikan mempunyai cara pengembangan potensi mahasiswa dengan metodenya masing masing. Ada yang menggunakan metode case study, project base learning, dan product base learning. Semua metode yang digunakan untuk memastikan tercapainya kompetensi mahasiswa. Takumi menggabungkan semua metode tersebut dalam satu metode pembelajaran yang dinamakan “Learning Factory“.

Apa sih Learning Factory itu?
Learning Factory adalah konsep pendidikan yang menggabungkan pembelajaran teoritis dengan pengalaman praktis di lingkungan industri atau manufaktur nyata. Konsep ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih terapan dan relevan dengan menghadirkan mahasiswa ke dalam lingkungan industri atau manufaktur secara langsung.

Kenapa sih Takumi menggunakan Learning Factory?
Tujuan utama dari Learning Factory adalah untuk meningkatkan keterampilan praktis dan pemahaman mahasiswa dalam konteks industri atau manufaktur sebelum mereka memasuki dunia kerja. Dengan melibatkan mahasiswa dalam pengalaman belajar yang mirip dengan dunia nyata, Learning Factory membantu mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan sehari-hari di lingkungan industri atau manufaktur dan meningkatkan keterampilan kerja yang dibutuhkan dalam karier mereka.

Kok bisa Takumi menerapkan Learning Factory?
Takumi adalah kampus di Cikarang yang merupakan bagian dari PT. Minori Group, PT. Minori Group sendiri merupakan sebuah Lembaga Pelatihan Kerja ( LPK ), yang berkontribusi terhadap pembangunan masyarakat di Indonesia melalui hubungan kerjasama antara Indonesia dan Jepang.
Ada beberapa perusahan yang berada di bawah naungan Minori Group di antaranya
PT. Nagomi Kaigo Gakkou, PT. Ayumi Nihongo Gakkou, PT. Akari Jawa Indonesia, PT. Watari, dan Politeknik Takumi. Dibeberapa perusahaan tersebut juga sekarang mahasiswa sedang menjalankan Learning Factory sejak tanggal 30 Mei 2023.

Pengarahan mahasiswa Takumi ( Kampus Cikarang ) sebelum kegiatan Learning Factory di PT. Minori

Takumi Kampus Cikarang bisa menerapkan Learning Factory karena merupakan bagian dari Minori Group. dengan begitu, banyak industri di bawah Minori Group yang bisa mendukung ekosistem pendidikan Takumi. Mahasiswa akan mendapatkan 1 bulan pembelajaran di Kampus, selanjutnya pembelajaran akan dilakukan di industri. Takumi berupaya untuk membawa lingkungan Industri kedalam kegiatan pembelajaran kampus. Takumi juga dapat menyesuaikan kebutuhan industri dengan keterampilan yang akan di dapatkan mahasiswa. Sesuai dengan moto Takumi yaitu “Learning by doing base on project” yang berarti mahasiswa akan ikut dalam project real dari industri untuk mengasah keterampilannya.

Learning factory bukan hanya memberikan pengetahuan dan wawasan, namun juga pengalaman di dunia industri itu sendiri. dengan demikian mahasiswa Takumi akan terbiasa dengan pekerjaan dan lingkungan industri tempat ia bekerja nantinya. Misi kami salah satunya adalah lulusan takumi akan langsung diterima untuk bekerja sesuai dengan bidangnya sebelum lulus dari Takumi.

Pengarahan langsung dari Kepala divisi IT Minori kepada mahasiswa Takumi tentang Maintenance Server

Dengan mahasiswa langsung diterjunkan langsung ke industri, mahasiswa akan mendapatkan gambaran jelas dan nyata tentang kegiatan yang berhubungan dengan keterampilan yang ingin dikuasai. Learning factory berbeda dengan pemagangan yang biasa dilakukan di semester akhir perkuliahan. karena Learning Factory akan mengasah setiap keterampilan inti mahasiswa di setiap semesternya.

Bahasa Jepang

Program Studi (D3) Bahasa Jepang

Program Studi Bahasa Jepang Politeknik Takumi Cikarang mempunya visi misi, Tujuan, Profil Lulusan dan Kurikulum yang akan membantu mencetak Lulusan Prodi Bahasa Jepang yang unggul, adaptif dan mampu bersaing baik didunia kerja maupun wirausaha. 

Visi dan Misi Program Studi (D3) Bahasa Jepang

Menjadi Program Studi Bahasa Jepang terkemuka di bidang teknologi terapan yang menghasilkan lulusan berkarakter dan kompeten dalam bidang bahasa dan komunikasi bisnis Jepang yang mampu memberikan kontribusi kepada masyarakat dan lingkungan melalui pembangunan berkelanjutan serta memiliki daya saing global memiliki daya saing global.

  • 1.  Menyelenggarakan pendidikan tinggi vokasi di bidang bahasa  dan komunikasi bisnis dengan model pembelajaran learning by doing yang unggul, berintegritas dan adaptif terhadap kebutuhan tenaga kerja dunia usaha, industri dan kewirausahaan dalam lingkup nasional maupun internasional.
  •  
  • 2. Menyelenggarakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat untuk menunjang pengembangan dan penerapan bahasa dan komunikasi bisnis Jepang dengan berorientasi pada ilmu pengetahuan, teknologi, dan bisnis yang memperhatikan keseimbangan lingkungan.
  •  
  • 3. Menyelenggaralan kerjasama dengan berbagai institusi dalam dan luar negeri untuk menciptakan keterkaitan dan relevansi penyelenggaraan pendidikan vokasi bahasa dan komunikasi bisnis Jepang dengan kebutuhan Industri baik dalam maupun luar negeri.

Ciri Program Studi (D3) Bahasa Jepang

GAMBARAN
Kurikulum yang dikembangkan Program Studi (D3) Bahasa Jepang Politeknik Takumi adalah kurikulum KKNI 2016 yang terintegrasi antara kemampuan bahasa dan komunikasi bisnis  Jepang dengan total 120 SKS. Melalui kurikulum ini, program studi diharapkan mampu menghasilkan lulusan siap kerja yang berkarakter dan kompeten sebagai komunikator bahasa Jepang khususnya pada bidang jasa penerjemahan, public relation, pengiriman tenaga kerja ke Jepang, dan perhotelan yang unggul, berintegritas, dan adaptif dalam dunia usaha, industri, dan kewirausahaan dalam lingkup nasional maupun internasional.

 

PENCIRI PENGETAHUAN UMUM
Memiliki pengetahuan mengenai masyarakat dan budaya bisnis Jepang serta kondisi aktual Jepang terkini yang mendukung kompetensi keterampilan pada bidang jasa penerjemahan, public relation, pengiriman tenaga kerja ke Jepang, dan perhotelan.

 

PENCIRI PENGETAHUAN KHUSUS
1. Memiliki pengetahuan transkreasi pada bidang penerjemahan yang unggul, berintegritas dan adaptif.
2. Memiliki pengetahuan komunikasi dan citra positif (brand image) dalam mengelola bisnis di intsitusi dan atau instansi pada industri yang berkaitan dengan Jepang yang unggul, berintegritas dan adaptif.
3. Memilki pengetahuan pengajaran bahasa Jepang aplikatif di bidang pengiriman tenaga kerja ke Jepang yang memanfaatkan  teknologi dalam implementasinya (internet of things, virtual/augmented reality, artificial intelegence) yang unggul, berintegritas dan adaptif
4. Memiliki pengetahuan tentang filosofi pelayanan Jepang (omotenashi)

 

PENCIRI KETERAMPILAN UMUM
Memiliki kompetensi komunikasi bahasa Jepang aktif baik secara lisan maupun tulisan dengan standar kemampuan bahasa Jepang Japanese Language Profiency Test (JLPT) level N3 dan atau Japan Foundation Standard (JFS) Level B1 dengan dibekali pemahaman komunikasi bisnis Jepang dan pemahaman lintas budaya.

 

PENCIRI SIKAP UMUM
Tertuang dalam nilai utama Politeknik
1. Trustworthy; dapat dipercaya
2. Agile; lincah dan cepat beradaptasi
3. Kindhearted; baik hati
4. Uncommon; luar biasa, di atas rata-rata (doing extra mile)
5. Moral Integrity; bertanggung jawab, mengerjakan sesuatu tanpa harus diawasi
6. Innovative; mengerjakan sesuatu dengan cara-cara berbeda dan lebih baik

 

PENCIRI SIKAP KHUSUS
1. Menamamkan sikap untuk selalu memberikan salam dan keramahan pada orang sekitar
2. Menanamkan sikap untuk selalu menjaga waktu dan tidak merugikan orang lain
3. Menanamkan sikap untuk selalu menjaga budaya komunikasi bisnis Jepang (Hourensou; Lapor, Komunikasi, Konsultasi)
4. Menamamkan sikap untuk selalu berkomunikasi dengan ramah (menjadi pendengar yang baik)
5. Memiliki sikap dan menjaga budaya 5S (go-esu, Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin)
6. Penerapan Plan Do Check Act bisnis Jepang

Sasaran Program Studi Bahasa Jepang Cikarang

  • 1. Meningkatnya kualitas proses belajar mengajar yang unggul sesuai standar, sumber daya, daya saing lulusan, dan kurikulum yang mengacu pada tercapainya profil lulusan.

  • 2. Meningkatnya hasil penelitian dan publikasi berdasarkan kebutuhan pembelajaran khususnya di prodi, dan pengajaran bahasa Jepang vokasi pada umumnya. Serta penelitian yang didasari pada kebutuhan peningkatan kualitas masyarakat yang bisa dimanfaatkan oleh stakeholder, baik secara langsung maupun tidak langsung.

  • 3. Meningkatnya kajian ilmu pengetahuan kejepangan, khususnya bisnis perkantoran, bisnis pengajaran, bisnis pelayanan perhotelan, dan bisnis pelayanan restoran yang dapat diaplikasikan dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
  • Memiliki sistem kerja sama dengan berbagai instansi, institusi dan industri dalam dan luar negeri bagi pengembangan lulusan prodi.

Profil Lulusan Bahasa Jepang Cikarang

Mata Kuliah Prodi Bahasa Jepang

Jejaring Mata Kuliah Program Studi D3 Bahasa Jepang

Capaian Pembelajaran

Sikap
1. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan sikap religius.
2. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas berdasarkan agama, moral, dan etika.
3. Berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan kemajuan peradaban berdasarkan Pancasila.
4. Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air,  memiliki nasionalisme serta rasa tanggungjawab pada negara dan bangsa.
5. Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama, dan  kepercayaan, serta pendapat atau temuan orisinal orang lain.
6. Bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap  masyarakat dan lingkungan.
7. Taat hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
8. Menginternalisasi nilai, norma, dan etika akademik
9. Menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang keahliannya secara mandiri; dan
10. menginternalisasi semangat kemandirian, kejuangan, dan kewirausahaan.
11. Menginternalisasi etika dan nilai budaya Jepang yang selaras dengan Pancasila.

Keterampilan Umum
1. Mampu menyelesaikan pekerjaan berlingkup luas dan menganalisis data dengan beragam metode yang sesuai, baik yang belum maupun yang sudah baku.
2. Mampu menunjukkan kinerja bermutu dan terukur.
3. Mampu memecahkan masalah pekerjaan dengan sifat dan konteks yang sesuai dengan bidang keahlian terapannya, didasarkan pada pemikiran logis, inovatif, dan bertanggung jawab atas hasilnya secara mandiri.
4. Mampu menyusun laporan hasil dan proses kerja secara akurat dan sahih, serta mengomunikasikannya secara efektif kepada pihak lain yang membutuhkan.
5. Mampu bekerja sama, berkomunikasi, dan berinovatif dalam pekerjaannya
6. Mampu bertanggung jawab atas pencapaian hasil kerja kelompok dan melakukan supervisi dan evaluasi terhadap penyelesaian pekerjaan yang ditugaskan kepada pekerja yang berada di bawah tanggung jawabnya
7. Mampu melakukan proses evaluasi diri terhadap kelompok kerja yang berada di bawah tanggungjawabnya, dan mengelolan pengembangan kompetensi kerja secara mandiri
8. Mampu mendokumentasikan, menyimpan, mengamankan, dan menemukan kembali data untuk menjamin kesahihan dan mencegah plagiasi

Pengetahuan
1. Menguasai konspe teoritis Bahasa Jepang dalam bidang budaya dan pranata sosial Jepang secara mendalam yang diimplementasikan pada pekerjaaan di bidang komunikasi bisnis Jepang serta mampu memformulasikan penyelesaian masalah secara prosedural.
2. Menguasai konsep teoritis dalam bidang terjemahan aplikatif secara mendalam yang diimplementasikan pada pekerjaan di bidang penterjemahan bahasa Jepang baik tulis atau lisan dari bahasa Jepang ke bahasa Indonesia dan/atau sebaliknya serta mampu memformulasikan penyelesaian masalah secara prosedural.
3. Menguasai konsep teoritis dalam bidang komunikasi bisnis Jepang secara mendalam yang diimplementasikan pada pekerjaan sebagai public relation serta mampu memformulasikan penyelesaian masalah secara mendalam.
4. Menguasai konsep teoritis dalam pemanfaatan teknologi (internet of things, virtual/augmented reality, artificial intelegence) bidang pengajaran bahasa Jepang untuk suatu keahlian untuk level pemula dan menengah secara mendalam yang diimplementasikan pada bidang pengiriman tenaga kerja ke Jepang.
5. Menguasai konsep teoritis ragam hormat bahasa Jepang dan pengetahuan industri akomodasi di Jepang yang diimplementasikan pada industri akomodasi (perhotelan dsb)
6. Menguasai prinsip budaya kerja, etika bisnis Jepang serta komunikasi antar budaya.
7. Menguasai prinsip dan nilai budaya, kondisi masyarakat, dan geografis Jepang.
8. Menguasai komunikasi citra bisnis yang mendukung pekerjaannya sebagai komunikator bahasa Jepang.

Keterampilan Khusus
1. Mampu mengaplikasikan empat kemampuan berbahasa Jepang (membaca, menulis, berbicara, dan menyimak) yang dideskripsikan melalui can-do statements setara level N3.
2. Mampu memahami dan mengaplikasikan metode dan teknik penerjemahan bahasa Jepang.
3. Mampu mengaplikasikan bahasa Jepang untuk bidang bisnis, khususnya korespondensi bisnis Jepang yang didukung oleh pemahaman lintas budaya dan komunikasi bisnis Jepang.
4. Mampu mengaplikasikan metode dan teknik pengajaran bahasa Jepang untuk suatu keahlian dengan kemampuan memanfaatkan teknologi dalam implementasinya (internet of things, virtual/augmented reality, artificial intelegence).
5. Mampu mengaplikasikan bahasa Jepang pelayanan untuk bidang perhotelan dengan menerapkan pemahaman filosofi hospitality Jepang.
6. Mampu mengaplikasikan teori dan kaidah yang sesuai untuk mengalihbahasakan teks umum, bisnis, dan media digital.
7. Mampu berkomunikasi dalam bahasa Jepang untuk tujuan bisnis dan kegiatan lainnya yang membutuhkan pekerjaan alih bahasa secara lisan.
8. Mampu memahami dan mengaplikasikan metode dan teknik berkomunikasi di depan umum (public speaking) dalam bahasa Jepang.
9. Mampu mengaplikasikan piranti lunak berbahasa Jepang untuk meningkatkan kemampuan kerja dan.
10. Mampu menerapkan budaya kerja Jepang dalam lingkungan kerja serta menerapkan budaya Jepang yang dapat meningkatkan kearifan lokal ke dalam sikap sehari-hari dalam berbagai konteks.